KPK Bongkar Modus Bupati Lampung Tengah Patok Fee 20%, Kantongi Rp5,75 Miliar Dari APBD.


JAKARTA, BINTANGPOS.COM.

OTT KPK Geger! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya.

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, resmi DITETAPKAN sebagai TERSANGKA kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret APBD daerahnya, Lampung, selasa (16/12).

Tak sendiri, KPK juga menjerat adik kandung nya yang Anggota DPRD, kerabat dekat yang menjabat Plt. Kepala Bapenda.

Serta seorang pengusaha, diduga terlibat menjadi pengadaan barang dan jasa.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar 9-10 Desember, KPK menyita barang bukti MENCENGANGKAN: uang tunai Rp193 juta dan logam mulia 850 gram!

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (11/12/2025), Plh. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikno, membongkar skema korupsi yang SISTEMATIS ini.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif.

KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka,” tegas Mungki.

ASN Banten Wajib Kuliah Online Anti-Korupsi, KPK Jadi ‘Dosen’ Virtual, KPK Kuatkan Ekosistem Integritas Nasional Lewat TAPAKSIAPI 2025.

KPK Sebut Aksi Korporasi, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Tahu Soal Dana Iklan BJB!
Modus Kejam, Patok Fee 15-20% Dari Setiap Proyek.

KPK mengungkap fakta MIRIS. Bupati Ardito di Duga mematok fee sebesar 15 sampai 20 PERSEN dari sejumlah Proyek di Lampung Tengah.

Padahal, postur belanja APBD Kabupaten tersebut pada Tahun 2025 mencapai Rp3,19 Triliun.

Anggaran sebesar itu, yang seharus nya untuk pembangunan Infrastruktur dan layanan publik, justru dikorupsi secara terstruktur.

“Total aliran uang yang di Terima Ardito Wijaya mencapai kurang lebih Rp5,75 miliar,” beber Mungki.

Rinciannya, Rp5,25 miliar dari sejumlah rekanan dan Rp500 juta khusus dari proyek pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan.

Barang Bukti Nyata: Uang & Emas Disita

Operasi KPK tidak main-main.

Tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti yang memperkuat dugaan penerimaan suap dan gratifikasi, yaitu:

Uang Tunai: Sejumlah Rp193.000.000 dan Logam Mulia (Emas): Seberat 850 gram.

Barang bukti ini menjadi saksi bisu bagaimana uang rakyat dialihkan untuk memperkaya diri dan lingkaran dalam sang bupati.

Jaringan Keluarga & Kerabat Turut Terjerat

KPK menegaskan bahwa korupsi ini dilakukan secara berjamaah. Selain Ardito, empat orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka adalah.

Riki Hendra Saputra (Anggota DPRD Lampung Tengah)  yang tak lain adalah ADIK KANDUNG Bupati.

Ranu Hendra Saputra – Adik lainnya dari Ardito.

Anton Wibowo – Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Tengah yang merupakan KERABAT DEKAT bupati.

Mohamad Lukman Sjamsuri – Direktur PT Elkaka Mandiri, pihak swasta yang diduga terlibat.

Penetapan tersangka ini membuktikan bahwa praktik korupsi di Lampung Tengah bukan hanya melibatkan oknum pejabat, tetapi telah membentuk jaringan keluarga yang menggerogoti uang daerah.

KPK sekali lagi membuktikan komitmen nya memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya, tak peduli seberapa tinggi jabatan dan sekuat apa jaringan pelakunya.

Masyarakat menunggu Proses hukum yang adil dan transparan!rajam media”, Tegasnya.

( Bintang Napitupulu/ Red )

Berita Terkait

Top
onetag.com, 7cd9d7c7c13ff36, DIRECT