Oknum Kabid DBMSDA Di duga Sakit ‘Mental’ Informasi Dugaan Kecurangan Berujung Pemblokiran/ Alergi….??
Kabupaten Tangerang, bintangpos.com.
Diduga anti kritik dan Seolah tak mampu memahami fungsi Jabatan publik dengan baik, salah satu Oknum Kepala bidang (Kabid) Dinas Bina marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang blokir nomor Watsapp wartawan saat hendak di konfirmasi. Kamis (04/12/2025)
Peristiwa memalukan yang lagi lagi dilakukan oleh para Oknum pejabat pemkab tangerang itupun dirasa sangat Memprihatinkan.
Hal tersebut mencerminkan ketidak pekaan para Pejabat atas tujuan yang sebenarnya dalam sebuah krittik.
Alih alih melakukan berbagai perbaikan dan Evaluasi kinerja, salah satu Oknum kabid di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).
Justru Menunjukkan sikap yang di nilai ogah pusing, cuek dan seolah tak mau tau atas sebuah peristiwa yang terjadi.
Alhasil sebuah informasi yang menarasikan Adanya sebuah dugaan Perbuatan curang di Dalam pelaksanaan sebuah pembangunan tebing di wilayah Kecamatan Jayanti berujung dengan Pemblokiran.
Lemah nya fungsi Pengawasan seolah menjadi celah yang selalu di manfaatkan oleh para Oknum kontraktor Nakal demi dapat meraup keuntungan yang super besar dalam melaksanakan proyek Proyek pemerintah.
Seolah tak pernah merasa cukup, berbagai modus Penyimpang di dalam proses Pengerjaan proyek Pemerintah kini marak terjadi.
Beberapa oknum Kontraktor nakal kini Semakin menjamur dan amat begitu sangat menghawatirkan.
Berbagai modus kecurangan yang diduga di lakukan oleh beberapa Oknum pengeruk Uang Rakyat berkedok Pengusaha kontruksi.
Itupun kini nampak terlihat semakin rapih dan dapat dikatakan lebih kreatif.
Modus kotor beraroma menyimpang yang terus di lakukan secara terang terangan oleh para Oknum kontraktor nakal tanpa sedikit pun memiliki rasa malu.
Intonasi menggebu gebu yang diutarakan oleh para pejabat diruang Publik soal integritas seakan amat begitu menyakinkan Masyarakat, meski pada kenyataannya publik kembali harus merasakan kekecewaan.
Desakan agar dapat Segera melakukan upaya Perbaikan pada fungsi Pengawasan di tubuh DBMSDA kini mulai tertuju.
Bertumpuh pada ketegasan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid untuk segera melakukan Reformasi birokrasi yang diduga Bobrok ditubuh DBMSDA.
Perlu di ketahui, Prilaku menyimpang dari para Oknum pengeruk Uang Rakyat berkedok pengusaha kontruksi itupun.
Kini seoalah dapat terlihat dalam Proses pengerjaan Proyek pembangunan tebing saluran pembuangan kalong yang berada di wilayah kecamatan jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, belum lama ini.
Di dalam proses Pengerjaan proyek tebing bernilai Ratusan Juta tersebut, di duga kuat telah terdapat berbagai permasalahan.
Salah satunya adalah Indikasi penggunaan kembali bahan matrial bangunan lama berupa batu belah. Batu batu bongkaran bangunan lama tersebut.
Diduga kuat di Gunakan kembali dalam pembangunan Konstruksi baru oleh para pekerja.hal tersebut tentu nya sangat merugi kan pasalnya pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).
Sudah mengalokasikan Anggaran untuk seluruh Proses pengerjaan dan pengadaan barang matrial secara keseluruhan.
Menurut pernyataan salah satu warga yang kala itu sedang melintas, mengungkapkan kebingungan nya atas ada nya penggunaan kembali batu lama dalam Proses pengerjaan bangunan baru.
Ia pun kala itu meminta agar pihak media bisa menyoroti dan menindak lanjuti Pristiwa tersebut.
“Masak ada batu bekas yang di pasang lagi, coba chek aja kesana bang, tindak lanjutin lah coba,. Ujar EN (inisial) kepada Wwak media kala itu.
Di waktu yang terpisah, Desakan perbaikan internal pun datang dari, Nurul Salim, salah satu Aktivis cisoka yang menilai, lemah nya fungsi Pengawasan.
Jika trus di biarkan maka dapat menggerus kepercayaan Publik, ia mengibaratkan bahwa fungsi Pengawasan.
Sebagai gerbang utama Penyelamatan uang Negara dari prilaku Curang para oknum kontraktor nakal.
“Saya berharap ada langkah perbaikan atas Lemah nya fungsi pengawasan, Dinas Bina Marga harus berbenah tanpa terkecuali, apabila ingin mengembali kan kembali kepercayaan publik”, Ucapan nya
Perlu di ketahui bahwa Proyek yang beberapa waktu ini sempat menuai banyak sorotan tersebut berjudul.
Proyek Pembangunan tebing Pembuang kalong yang di Biayai oleh APBD Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air, Bernilai Rp: 217,300,000,00,. (Dua Ratus Tujuh Belas Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah).
Untuk selanjutnya di kerjakan dan di laksanakan oleh CV Arta Ulina Mataraja, 30 hari kalender.
Sementara itu Sekdis DBMSDA Kabupaten Tangerang, Endang, yang coba di hubungi dan di konfirmasi oleh awak media ini sebelum nya.
Hingga sampai saat ini Pihak nya belum dapat memberikan keterangan apapun.
Publik kini tentunya berharap agar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dapat Segera memerintahkan Inspektorat.
Untuk segera turun dan melakukan Audit serta pembenahan secara utuh dan menyeluruh atas kinerja bobroknya beberapa Oknum pejabat dalam meng Optimalisasi kan fungsi Pengawasan pada pelaksanaan kegiatan pembangunan.
Hingga sampai berita ini kembali diterbitkan untuk kesekian kalinya,
Baik pihak kontraktor maupun kepala Dinas Bina marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang belum dapat ditemui guana di Konfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut. Lukasnya.
( Bintang Napitupulu/ Red )








