Selain persoalan K3, warga juga mempertanyakan transparansi proyek.
Tangerang, bintangpos.com.
Proyek betonisasi yang tengah berlangsung di Kampung Cipayeh, Desa Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Banten, kini menjadi perhatian publik, kamis (04/12).
Sejumlah media termasuk Internasional Pos menyoroti adanya dugaan ketidakterbukaan informasi dan dugaan pelanggaran standar keselamatan kerja (K3) di lokasi proyek.
Dari hasil pantauan langsung tim media di lapangan, terlihat para pekerja tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti helm proyek, rompi, sepatu keselamatan, maupun sarung tangan.
Kondisi ini dinilai membahayakan para pekerja dan menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana proyek.
Seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya.
“Para pekerja tidak menggunakan K3.
Saya khawatir terjadi hal yang tidak kita inginkan. Proyek seperti ini harus mengutamakan keselamatan. Kalau tidak, risikonya besar,” ujarnya.
Selain persoalan K3, warga juga mempertanyakan transparansi proyek tersebut.
Tidak terlihat papan informasi proyek yang biasanya memuat anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, dan pihak pelaksana.
Hal ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut merupakan “proyek siluman” yang dikerjakan tanpa prosedur resmi.
Warga juga mengeluhkan kualitas pengerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.
Sejumlah bagian cor terlihat tidak dirapikan, dan ketebalan beton diduga tidak memenuhi standar teknis yang diharapkan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan tersebut.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat turun tangan untuk melakukan pengecekan dan memastikan proyek berjalan sesuai aturan.
(Abd)








